JALAN TENGAH, Damai Hindari Pecah Belah

Ekstrim kanan dan kiri.
Selalu saja ditemui tanpa henti.
Semangkin hari tambah kuat tanpa disadari.
Perlu analisis yang sangat tajam tanpa perlu emosi.
Mencari titik tengah membangun dunia yang damai.

Bukankah jalan tengah.
Menjadi suatu cita bagi semua.
Membangun dunia dengan sangat indah.
Bukan dengan saling cela membuka aib sesama.
Bahkan inilah sesungguhnya ajaran semua agama.
Baca saja kitab-kitab suci agama Yahudi, Kristen, Islam, dan budha.
Semua ajarkan hidup dengan tenang dan damai di dunia.

Sungguh tidak mengerti.
Sepertinya agama dipolitisasi.
Menjadi alat penentu dan justifikasi.
Kepentingan kuasa bukan kuasa untuk religi.
Terbalik bahkan mungkin tidak relevan sama sekali.
Dengan agama orang bisa menjadi relatif sadar diri.
Pasrahkan kualitas iman pada ilahi bukan takfiri.
Seolah manusia menghukumi sesama yang relatif ini.

Malam sepi penuh inspirasi.
Niat untuk berusaha selalu memahami.
Berbagai kelompok yang berbeda dalam menafsiri.
Teks-teks agama yang menjadikan diversifikasi.
Dengan bergaul dengan berbagai faksi menjadi inklusi.

Semoga saja bisa.
Membangun sebuah ukhuwwah.
Tanpa harus menguras harta dan tenaga.
Umat menjadi saling mengerti tanpa saling mencela.
Biarkah berbeda asal jangan pecah yang sebabkan derita.
Masing-masing punya argumen yang dianggap sangat sah.
Apalagi hanya karena sebab pilpres, pilleg dan pilkada.
Seharusnya biasa-biasa saja menang kalah tidak jadi masalah.

Bukankah begitu saudara?

Makasar, 12-11-2018
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *