KETERBATASAN MANUSIA, Saling Menyadari Kemungkinan Salah

Al insan mahallul khata’ wan nisyan.
Manusia tempat salah dan juga kelupaan.
Bukan berarti terus salah dan lupa dalam kehidupan.
Namun sebuah peringatan tidak boleh saling melemahkan.
Justru saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran.
Bukankah kemungkinan orang lain salah tetapi salah kita berlebihan.
Saling menyadari atas keterbatasan menjadi sebuah anjuran.
Tidak menyulut sebuah pertengkaran bahkan pembunuhan.
Mari hindari menjadi biang keladi bahkan sumber perpecahan.

Ajaran al akhlak al karimah.
Bukan sering terucap di mulut belaka.
Tapi seharusnya terkejawantah dalam prilaku manusia.
Dengan hati-hati berperilaku dan bertutur kata.
Semua akan dipertanggungjawabkan kepada Allah ta’ala.
Tidak bisa menghila apalagi bohong dihadapanNya.
Pasti mata kita terbelalak heran lihat catatan amal di dunia.
Allah Maha Tahu maksud dan tujuan yang tersimpan di hati manusia.
Jika tidak percaya datanglah ke liang kubur segera.
Baik anda masih muda apalagi yang sudah umur tua.
Sebaiknya hati-hati bicara hindari mencela apalagi menduga.

Bukankah masih ada.
Waktu untuk perbaiki semua.
Senyampang hidup masih terbuka.
Belum menghadapi maut yang tidak bisa ditunda.
Mulai perbaiki menjadi bisa hindari angkara murka.
Bahkan ikuti saja ajaran agama dengan aliran apa saja.
Pasti kesimpulan bisa sama bahwa akhlak itu utama.
Lihat ke dalam jiwa apa kata hati dan nurani anda.
Sebelum keburu maut datang dan tiba kapan saja.

Semoga saya dan saudara.
Bisa menjadi orang yang beretika.

Jakarta, 16-04-2018
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *