MAJELIS DZIKIR UIN MALIKI, Upaya Mengingat Ilahi Sucikan Hati

 

Mengingat ilahi.
Menyebut nama yang disifati.
Dilakukan dengan ucapan berkali-kali.
Dibuka dengan bacaan al fatihah sampai selesai.
Dengan do’a-do’a yang ma’tsur dan yang disusun sendiri.
Bisa dengan duduk dan kadang juga bisa dengan berdiri.
Dzikir asma’ dan dzikir sifat berulang kali.
Hitungan dengan menggunakan jari jemari.
Gelengkan kepala ke arah kanan dan ke kiri.
Sungguh terasa hati menjadi amat sangat damai.

Majelis dzkir UIN Maliki.
Segera dipimpin oleh Kiyai Asrori.
Mengajak semua warga kampus dan kampung kanan kiri.
Dinoyo, Ketawang Gede dan juga Sumbersari.
Mungkin se-kecamatan Lowok Waru dan juga alumni.
Berdzikir di kampus dengan pola dan gerakan yang berinti.
Menyebut nama dan sifat Allah serta do’a untuk sucikan hati.
Dari penyakit hati seperti sombong, riya’ dan tentu saja dengki.

Bisa saja diiringi dengan seni.
Boleh saja dengan rebana seperti banjari.
Jika mungkin sekali-kali diselingi dengan baca puisi.
Mengetuk hati dan tentu dzikir harus menjadi habituasi.
Jauhkan kelengahan agar tidak merasa paling suci sendiri.
Mengakui kelemahan dan sediakan ruang untuk kontemplasi.
Kita semua akan mati dan kembali kepada ilahi rabbi.

Majelis dzikir UIN Maliki.
Segera saja akan kita mulai.
Dengan bismillah berulang kali.
Niatkan untuk mengingat ilahi rabbi.
Memohon agar supaya hati menjadi suci.

Bismillah mari kita mulai!

Surabaya, 28-04-2018
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *