MENAG DAN the 2nd IHEP Summit, Membingkai Agama dan Kebangsaan

Para profesor hadiri.
Pembukaan the 2nd IHEP summit bersama Menteri.
Di Bandung 8 Des 2018 pada hari Sabtu pagi.
Mulai sambutan Dirjen Pendis sebagai laporan pada Menteri.

Pak Menteri Agama berkata.
Kita harus bersyukur punya Indonesia.
Bukan negara sekuler tetapi juga bukan agama.
Menjadi sebuah anugerah menjadi milik kita bersama.
Tetapi umat Islam dituntut menjadi garda depan untuk jaga.
Moyoritas penganut agama dengan jumlah yang luar biasa.
Tidak boleh merusak tatanan yang sudah mapan berdasar Pancasila.
Sebagai negara Madinah dengan perjanjian bersama.

Kemenag institusi Negara.
Bukan hanya lembaga pemerintah.
Harus menjaga kerukunan umat beragama.
Bahkan dengan sendirinya bisa menghadapi interupsi agama.
Moderasi beragama harus bukan hanya wacana.
Tetapi menjadi terimplementasi dalam dunia nyata.

Interupsi karena teknologi.
Menjadi tidak akan terelakkan lagi.
Beragama juga mengikuti mengalami.
Dievaluasi menjadi kerja yang perlu dengan sikap teliti.
Seharusnya agama justru memicu orang menjadi hidup damai.

Profesor PTKIN kini.
Diharap bisa memfasilitasi.
Sebagai agamawan yang tinggi.
Memberi teladan dalam implementasi.
Beragama justru menjadi pemicu hidup damai.
Mendorong dengan daya nalar yang punya kualifikasi.

Bukankah begitu Prof?

Bandung, 08-12-2018
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *