Politik, Hak Warga Penuh Intrik

Siapa saja
Boleh gunakan haknya
Untuk menjadi kepala daerah
Asal memenuhi syarat-syarat yang ada
Pendukung bisa juga bahkan siap siaga
Promosikan orang untuk jadi pemenang pilkada
Aku hanya bisa komentar dengan puisi untuk menyapa
Tokoh politik mulai dari desa, kota sampai Jakarta

Mereka sudah biasa
Dengan permainan dan strategi yang sulit diduga
Memang politik menggunakan aji-aji dan sering pakai dupa
Para dukun juga terlibat bahkan bisa panen raya
Semakin sulit ditemui semakin banyak laba
Bahkan bisa juga libatkan para kiyai dan ulama
Entahlah mengapa politik begitu menarik seperti semut dengan gula

Pilgub di Jatim misalnya
Menjadi sangat menarik bagi akademika
Sayang para pengamat hanya bisa berlogika
Apalagi para sarjana politik hanya bisa menebak belaka
Tidak melakukan penelitian seperti sarjana Jepang yang saya lupa namanya
Seharusnya bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa

Para politisi berembuk tiap hari
Mencari-cari kepingan untuk kepentingan partai
Siapa tahu justru menguntungkan pribadi
Dengan calon-calon yang sudah terseleksi
Meskipun korbankan para kandidat dengan sorak sorai

Meski tidak ahli
Hanya sedikit mengerti
Itu pun paham karena ladunni
Wa fi ladunni ladunni qalla wafi kata santri
Sedikit modal hanya untuk kepentingan buat puisi
Seperti melihat pertandingan sepak bola dengan tendangan pinalti
Sungguh menebarkan pikiran dan hati sanubari
Para kiyai juga main politik dengan sebuah strategi
Penuh intrik seperti menendang bola kesana kemari

Hati-hati
Politik penuh intrik

Malang, 16 Okt 2017
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *