PROF. MULYADI, Filsuf Pengagum Rumi

 

Sambil makan malam di Batavia.
Diskusi panjang dengan kembangkan paradigma.
Mulai filsafat sampai tentang integrasi sains dan agama.
Untuk membangun dasar epistemologi kembangkan lembaga.
Keluarkan alumni seorang ilmuwan, filsuf bahkan al ‘Arif billah.
Menjadi ulul albab tanpa pisahkan ilmu, filsafat dan agama.
Semua tidak lain kecuali dalam rangka mengabdi kepada Allah ta’ala.

Dengan berbincang semi diskusi.
Prof. Mulyadi Kartanegara bicara tentang Rumi.
Seorang sufi yang sangat amat beliau dikagumi.
Dengan paham teologi dengan aliran yang sangat qadariy.
Manusia menurutnya harus menggunakan apa yang diberi untuk usaha mandiri.
Tidak boleh hanya berpangku pada takdir yang telah terpatri.
Usaha harus maksimal bukan hanya sekedar ikhtiari.
Sufi dengan paham seperti ini bisa saja mengubah dunia ini.
Menjadi seperti yang kita lihat pada awal era industri.
Orang Barat dengan kekuatan usaha yang mereka tekuni.
Para sufi seperti Rumi bisa mengubah dunia ini menjadi bernilai tinggi.

Mungkin perlu ada New Rumi.
Sufi dengan kekuatan akal dan hati.
Menjadi pengusaha, pedagang bahkan politisi.
Dapat juga menjadi seorang pejabat tinggi seperti Presiden RI.
Menjadi ilmuwan dengan banyak menemukan teori-teori.
Sungguh new Rumi kini sangat diperlukan di era disrupsi.
Kita harap mereka adalah para alumni UIN Maliki.
Merupakan hasil pendidikan konsep integrasi yang sesuai.
Dengan paradigma epitemologi yang integrasikan sains, filsafat dan irfani.

Prof. Mulyadi Kartanegara.
Semoga membantu kembangkan lembaga.
Menjadi UIN Maliki yang hasilkan para sarjana.
Para ilmuwan, filsuf dan sekaligus ulama ahli agama.
Semoga terus kembangka konsep integrasi tanpa jedah.

Malang, 26-12-2018
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *