STASIUN DAN MAQAMAT, Teringat Peringkat dan Derajat

Belajar tasawuf waktu kuliah.
Diasuh Kiyai Ahmad Muhdlor yang mulia.
Beri penjelasan tentang maqamat manusia.
Dengan istilah stasiun-stasiun seperti kereta.
Mulai dari maqam atau stasiun taubat pada Allah ta’ala.
Dari sikap manusia yang sedang lalai dan yang lupa.
Menjadi selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa.
Hingga maqam-maqam di atasnya sampai maqam ma’rifah.
Bahkan Gazali sebut masih ada maqam yang di atasnya.
Tetapi dia enggan dan bahkan tidak menyebut nama.

Maqam atau stasiun saja.
Menjadi peringkat derajat manusia.
Semangkin tinggi yang digapai jadi dekat padaNya.
Bahkan bisa hulul dan ittihat kata sufi lainnya.
Derajat tinggi di hadapan manusia dan Allah ta’ala.
Menjadi keinginan para sufi sebagai yang selalu dicita.

Stasiun Gubeng Surabaya.
Mengingatkan kembali waktu kuliah.
Bisa juga ingatkan kepada Tuhan Yang Esa.
Stasiun demi stasiun harus dilalui dan juga harus dijamah.
Menuju maqaman mahmudan sebagai yang dipuja.
Menjadi impinan bagi orang-orang sufi yang serius beragama.

Ahk……pikiran ini ada-ada saja!
Entahlah mungkin ungkapan rindu padaNya.
Kekasih yang takkan pernah punah di hati manusia.

Surabaya, 26-04-2018
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *