TIGA MANTERA MENTERI AGAMA, Rakernas Kemenag RI di Shangri-La Jakarta

Mantera pertama disebut moderasi.
Sikap hidup tengah tidak ke kanan dan ke kiri.
Antara tasyaddud dan tasahhul tidak sampai ke tepi.
Bahasa Arab biasa menyebut sikap hidup yang wasathi.
Islam sesungguhnya mengajarkan pandangan seperti ini.
Dalam semua sikap dan semua perilaku harus hati-hati.
Ekstrim kanan dan ekstrim kiri sama-sama tidak sesuai.
Moderasi sangat diperlukan juga dalam birokrasi.
Pesan Menteri Agama dalam pidato di rakernas Kemenag RI.

Kebersamaan mantera kedua.
Hidup tidak bisa individual belaka.
Dengan cara bersama bisa urai problema.
Mencari solusi selesaikan masalah-masalah.
Bukan dengan tonjolkan ego bahkan saling mengendala.
Mencari kekurangan dan semua yang dianggap salah.
Menjadi cikal bakal retak bahkan bisa jauh dari saudara.
Bisa-bisa menjadi faktor yang memecah belah bangsa.
Kerukunan hidup sebagai bangsa yang beragama.

Mantera ketiga integrasi.
Bisa satukan data yang cerai berai.
Keuangan dengan perencanaan bisa serasi.
Tidak terjadi selisih yang akibatkan bisa sangat rugi.
Sangat penting integrasi sebagai sebuah solusi.
Menyatukan data yang sangat membantu semua jadi serasi.

Tiga mantera Menteri Agama.
Bisa mengobati birokrasi dengan mudah.
Menjadi sebuah cara agar birokrasi terstigma.
Kementerian Agama bisa menjadi teladan atau uswah.
Dengan tiga mantera diharapkan hadapi kendala.
Menjadi faktor pendorong bahkan faktor pengubah.

Jakarta, 23-01-2019
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *