LEBARAN, Puasa, Zakat Fithrah dan ‘Idul Fithri

Sebulan lamanya.

Puasa kita lakukan bersama.

Menahan lapar dan juga dahaga.

Segala yang membatalkan kita jaga.

Surut dari membincang orang atau ghibah.

Terawih dan tadarrus sebulan penuh lamanya.

Dengan penuh harapan puasa mendapat pahala.

Semua dosa-dosa lama diampuni bekal bisa masuk surga.

 

Implikasi puasa adalah emphati.

Punya rasa peduli kepada sanak famili.

Kepada siapa saja yang merasakan lapar berhari-hari.

Tidak punya pendapatan yang jelas kecuali disantuni.

Dengan tumbuhkan rasa iba dan juga rasa puduli.

Membangun solidaritas dengan penuh saling menyintai.

Implikasi emphati harus direalisasikan dengan zakat fihtrah diri.

Menjadi pondasi membangun saling peduli sesama insani.

 

‘Idul Fithri.

Hari raya kembali.

Kepada fithrah insani.

Menjadi kembali jadi suci.

Bebas dari dosa seperti bayi.

Membangun hidup baru bersih.

Dengan latihan hidup berhati-hati.

Jangan membulli dan saling menyakiti.

Menjadi manusia yang suka hidup damai.

 

Lebaran.

Menjadi pembebasan.

Semua kendala kemanusiaan.

Egoisme yang menjadi ganjalan.

Hancur dengan cahaya kelaparan.

Menjadi insan yang penuh ketakwaan.

 

Semoga puasa.

Menjadi pondasi utama.

Membangun manusia sedunia.

Menjaga perdamaian yang sentosa.

Melepaskan egoisme dan angkara murka.

Menjadi orang yang lebar dari segala dosa.

 

Surabaya, 14-06-2018

‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *