RAKERNAS KEMENAG RI, Berubah Realisasi Transformasi

Selain tokoh internal sendiri.
Sekjen dan Dirjen serta Pak Menteri.
Pembicara luar juga punya makna signifikansi.
Sederetan nara sumber seperti Sri Mulyani dan Rhenald Kasali.
Begitu juga pembicara melinial Inayah Wahid dan Prof. Azumadi.
Membuat Rakernas kali ini seperti pertemuan akademisi.
Bukan hanya terfokus pada pengelolaan birokrasi.
Apalagi ada permainan dengan syarat penuh nilai.
Rakernas dengan penuh pesan dan kukuhkan visi Kemenag RI.

Hemat saya sebagai peserta.
Pesan-pesan dari makna semua pembicara.
Sarankan terus-menerus berubah tanpa jedah.
Ke arah yang lebih baik dengan SDM yang sudah tersedia.
Bukan hanya bisa mengeluh tanpa kerja keras dengan usaha.
Efektifitas dan efisiensi menggunakan uang negara.
Mencapai tujuan kemajuan bangsa dan negara berbasis agama.
Kemenag harus menjamin dan buktikan agama bisa.
Memberi dan menjadi sumber kehidupan bangsa yang sejahtera.

Rakernas Kemenag RI.
Sebagai ajang awal improvisasi.
Bekal kerja tingkatkan kualitas birokrasi.
Menjadi pemimpin kantor atau perguruan tinggi.
Dengan tekad berubah untuk selalu melayani.
Bukan sebaliknya menjadi Tuan Takur yang gila dihormati.
Selalu ingin disembah dan selalu mencari kopensasi.
Dengan cara dan strategi yang bisa menipu diri.

Sungguh luar biasa.
Rakernas dengan sebuah nuansa.
Akrab dengan tetap kedepankan sebuah etika.
Menjalin hubungan sesama ASN dan mengambil faidah.
Belajar bagaimana mengatasi masalah tanpa masalah.
Kembangkan metoda partisipatif dengan cara yang indah.
Semoga Kemenag bisa memberi warna negara dan bangsa.
Menjadi bangsa yang bersedia saling kuatkan bukan saling hina.

Bukankah Agama apa saja mengajarkan etos kerja tinggi untuk kemajuan manusia?

Jakarta, 25-01-2019
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *