UJUNG PANDANG, Kota Indah Penuh Kenangan

Dulu aku pernah.
Kuliah di program S2.
Di IAIN Alauddin namanya.
Dengan bangga sebab beasiswa.
Bertemu teman dari seluruh penjuru Indonesia.

Malam sepi.
Aku transit di sini.
Di Ujung Pandang lagi.
Perjalanan ke tanah Merauke.
Kukenang lagi meski sudah ganti.
Dengan nama Makasar yang dikehendaki.

Sangat bahagia.
Kami berkeluarga bertiga.
Istri Dra. Rif’atul Choiriyah dan anak Kivah Aha Putra.
Kemudian lahir anak yang kedua di rumah sakit fatimah.
Kami beri nama Jadd Nabiel Aha Putra.
Kami berempat layaknya orang kaya.
Makan gajih dan makan uang beasiswa.
Bisa pergi tamasya dan jelajah wilayah.

Setiap hari.
Selain belajar juga pergi.
Ke pusat perbelanjaan yang ramai.
Belanja apa saja yang kami minati.
Beli buku sampai beli makanan kebutuhan sehari-hari.
Selain pasti kongko-kongko dan santai di pantai losari.
Pantai indah sangat menawan hati.

Kini tampak berubah.
Pantai-pantai sudah terbangun mewah.
Bandara internasional bisa saingi Jakarta.
Mungkin saja karena jasa pak Jusuf Kalla.
Mungkin juga karena memang program kepala daerah.

Terimakasih.
UIN Alauddin yang berjasa.
Telah mendidik dosen dari Surabaya.
Semoga para dosen dan karyawan semua.
Teman-teman seangkatan kuliah dengan saya.
Tetap sehat dan selalu dilindungi Yang Maha Esa.

Ujung Pandang.
Akan selalu kukenang.

Makasar, 20-10- 2017
‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *